Rabu, 28 Desember 2016

Nasehat Islam

NASEHAT UNTUK YANG SUKA MENJATUHKAN KEHORMATAN PARA DA'I ISLAM

Penda'i Islam
Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla memerintahkan untuk berbuat adil dan ihsan, melarang kezhaliman, melampaui batas, dan permusuhan. Allah Ta’ala telah mengutus Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan risalah yang telah dibawa oleh seluruh Rasul yaitu mendakwahkan tauhid dan memurnikan peribadatan hanya kepada Allah semata. Dia memerintahkan untuk menegakkan keadilan dan melarang hal yang berkebalikan dengannya yaitu peribadatan kepada selain Allah, berpecah-belah, dan melanggar hak-hak hamba–Nya.

Telah tersebar di zaman ini, banyak orang yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dakwah yang mengajak kepada kebaikan, mereka menjatuhkan kehormatan saudara-saudara mereka dari kalangan da’i yang telah masyhur dikenal oleh ummat. Mereka membicarakan tentang kehormatan para penuntut ilmu, para da’i, dan penceramah. Terkadang mereka melakukan perbuatan tersebut secara rahasia dalam majelis-majelis mereka, terkadang merekam dalam kaset yang disebarluaskan kepada banyak orang, terkadang dalam bentuk terang-terangan berupa ceramah umum di masjid-masjid.
Perbuatan ini telah menyelisihi perintah Allah dan RasulNya dalam beberapa aspek berikut ini :

    Perbuatan ini melanggar hak-hak kaum muslimin, bahkan melanggar hak pribadi-pribadi yang semestinya dihormati, yaitu para penuntut ilmu dan da’i yang telah mencurahkan tenaganya untuk membimbing manusia, meluruskan mereka dalam aqidah dan manhaj, bersungguh-sungguh dalam menyelenggarakan kajian-kajian, ceramah-ceramah, dan menyusun kitab-kitab yang bermanfaat.

    Perbuatan ini merupakan bentuk memecah-belah persatuan dan mengoyak barisan kaum muslimin. Padahal mereka (kaum muslimin) sangat butuh untuk bersatu–padu, menjauhi perpecahan dan penyebaran desas-desus di antara mereka. Terlebih bahwasanya para da’i yang menjadi sasaran adalah para da’i ahlus sunnah wal jama’ah yang dikenal memerangi berbagai bid’ah dan khurafat, berhadapan langsung dengan para penyeru kebid’ahan, dan yang membongkar berbagai langkah dan kekeliruan mereka. Kami berpandangan tidak ada maslahat dalam perbuatan tersebut kecuali justru menguntungkan orang kafir, munafiq, atau ahli bid’ah dan kesesatan.

    Perbuatan ini (secara tidak langsung) adalah dukungan dan pertolongan kepada musuh, seperti kaum sekuler, orientalis, dan selain mereka dari kalangan atheis yang terkenal memusuhi dakwah, mendustakan dan memprovokasi untuk melawan kitab-kitab dan rekaman-rekaman para da’i tersebut. Tentu bukanlah perwujudan menunaikan hak-hak saudara dalam Islam, ketika kalangan tersebut membantu para pihak musuh dalam memusuhi saudara mereka sendiri, para da’i dan penuntut ilmu.

    Perbuatan ini merusak hati orang-orang, baik mereka yang awam maupun yang terhormat, melalui penyebaran berita-berita dusta dan batil, serta menjadi sebab merebaknya ghibah, dan namimah (adu domba), membuka berbagai pintu kejelekan untuk dihidangkan kepada mereka yang berhati lemah, yang gemar menebar syubhat, memprovokasi terjadinya fitnah, dan menyakiti kaum mukmini dengan sesuatu yang tidak dilakukan oleh mereka.

    Mayoritas perkataan yang menjadi obyek desas-desus tidak riil terjadi, namun hanya khayalan/dugaan yang dihiasi setan kepada para pelaku sehingga dirinya terpedaya. Padahal sungguh Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
    يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيراً من الظن إن بعض الظن إثم ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضاً …
    “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah sebagian besar prasangka karena sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kalian memata-matai dan saling mengghibah di antara kalian” (QS Al Hujuraat : 12).

    Seorang mukmin hendaknya memaknai perkataan saudaranya sesama muslim dengan makna yang paling baik. Di antara ulama salaf ada yang berkata,
    لا تظن بكلمة خرجت من أخيك سوءً وأنت تجتهد لها في الخير محملاً
    “Jangan berprasangka buruk atas perkataan yang diucapkan saudaramu sementara engkau mampu untuk bersungguh-sungguh memaknainya dengan makna yang baik”
    Ijtihad sebagian ulama dan penuntut ilmu dalam perkara ijtihadiyah tidaklah tercela apabila mereka memang layak untuk berijtihad. Apabila pihak lain menyelisihi mereka dalam suatu perkara, maka tindakan yang patut ditempuh adalah berdebat dengan cara yang paling baik, dengan motif semangat mencari kebenaran, menghindari waswas dan provokasi yang dihembuskan setan di antara kaum mukminin.

Apabila menemui kesulitan dalam melakukan hal tersebut, sementara penyimpangan tersebut harus dijelaskan maka hendaknya dilakukan dengan ungkapan dan diksi yang baik dan lembut, tanpa menyerang, memboikot, atau melampaui batas dalam dalam berkata-kata yang justru akan membuat pihak yang dibantah menolak atau berpaling dari kebenaran.

Selain itu, bantahan juga dilakukan tanpa menyerang secara personal, atau memvonis niat, atau menambah-nambah perkataan (doyan dengan desa-desus). Dahulu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah menyindir perbuatan tersebut dengan berkata,
ما بال أقوام قالوا كذا وكذا
“Ada apa dengan sekelompok orang yang gemar berkata begini dan begitu”
Maka aku nasihatkan kepada saudaraku sekalian yang menjatuhkan kehormatan para da’i dan yang terpengaruh dengan mereka agar bartaubat kepada Allah Ta’ala atas tulisan dan ucapan mereka yang menjadi sebab rusaknya hati sebagian pemuda sehingga terisi dengan dendam dan kebencian, menyibukkan mereka dari menuntut ilmu yang bermanfaat dan berdakwah kepada Allah Ta’ala namun hakekatnya justru sibuk menyampaikan kabar burung, membicarakan fulan (ghibah), serta terobsesi mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikritisi dan dipojokkan.

Demikian nasihat kepada mereka untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat melalui media tulisan atau yang lain sehingga beban tanggung jawab atas kesalahan tersebut terlepas dari diri mereka dan menghilangkan desas-desus yang telah terekam dalam benak orang-orang yang terpengaruh dengan ucapan mereka. Hendaknya mereka dapat memfokuskan diri untuk melakukan berbagai ibadah yang produktif, yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mendatangkan manfaat bagi hamba. Hendaknya mereka juga berhati-hati, tidak tergesa-gesa dalam memvonis kafir, fasiq, bid’ah, atau selainnya tanpa dukungan bukti. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dengan sabdanya,
من قال لأخيه يا كافر فقد باء بها أحدهما
“Barangsiapa berkata pada saudaranya ‘Hai Kafir!’ maka perkataan tersebut akan jatuh kepada salah satu dari keduanya (yaitu bila vonisnya keliru, akan kembali pada yang mengucapkannya-pent)” (Muttafaqun ‘alaih).
Termasuk hal yang disyariatkan bagi para da’i penyeru kebenaran dan penuntut ilmu, apabila mereka merasa ganjil dengan perkataan seorang ulama atau selainnya, hendaklah mereka merujuk pada ulama yang mu’tabar (diakui) dengan tujuan meminta mereka untuk menjelaskan kebenaran, memahamkan hakikat perkara tersebut, dan menghilangkan keraguan dan syubhat yang terdapat dalam hati sebagai bentuk pengamalan firman Allah ‘azza wa jalla dalam surat An Nisaa’ ayat 83,
إذا جاءهم أمر من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردوه إلى الرسول وإلى أولي الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منهم ولولا فضل الله عليكم ورحمته لاتبعتم الشيطان إلا قليلاً
“Dan apabila datang kepada mereka berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah pada kamu, tentulah kamu mengikuti syaithan, kecuali sebagian kecil saja diantaramu”.
Hanya kepada Allah kita memohon untuk memperbaiki keadaan kaum muslimin seluruhnya, menyatukan hati dan amalan mereka di atas ketakwaan, memberikan taufik kepada ulama kaum muslimin dan para da’i yang menyeru kepada kebenaran untuk melakukan segala sesuatu yang Dia ridhai dan bermanfaat bagi para hamba–Nya. Semoga Allah menyatukan barisan mereka di atas petunjuk dan menjaga mereka dari berbagai sebab yang mengantarkan pada perpecahan.

Semoga Allah menjadikan diri mereka sebagai sebab agar kebenaran dapat ditegakkan dan kebatilan dapat dihancurkan. Sungguh Allah adalah Dzat yang Maha Memberi Pertolongan dan Maha Berkuasa untuk melakukan hal tersebut.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه ، ومن اهتدى بهداه إلى يوم الدين
Sumber : Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah lis Samahatis Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdullah ibn Baz rahimahullahu ta’ala, vol. 7 hal, 311.

Semoga nasehat ini bisa merubahkan kita yang selama ini kita lakukan kepada para penda'i islam....
              Aaamin...

Jumat, 23 Desember 2016

PENGERTIAN AGREGAT, GRADASI, FUNGSI UKURAN , DAN JENIS AGREGAT

AGREGAT


AGREGAT ?
    Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan
    
      Suatu kumpulan yang kolektif dari pada material – material mineral seperti Pasir, Kerikil dan Batu yang dipecahkan

FUNGSI UKURAN AGREGAT


  • Agregat Kasar
    Kekuatan Pada Campuran

 
  • Agregat Halus
    Pengisi Ruang Antar Butir





  • Filler
    Pengisi Rongga pada Agregat Halus





Agregat Ideal
  • Ukuran dan Gradasi Baik
  • Kuat dan Keras
  • Bersudut dan Berbentuk kubus
  • Abrasi dan Keausan
  • Permukaan Bersih dan Kasar
  • Tidak Mengikat Air (Hidrophobic)

PENGERTIAN GRADASI  AGREGAT
 
    Gradasi agregat adalah distribusi dari variasi ukuran butir agregat . Gradasi agregat berpengaruh pada besarnya rongga dalam campuran dan  menentukan workabilitas (kemudahan dalam pekerjaan) serta stabilitas campuran.
    Gradasi agregat ditentukan dengan cara analisa saringan, dimana sampel agregat harus melalui satu set saringan. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawat dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi pesegi dari saringan tersebut.

Jenis Gradasi Agregat
  • AGREGAT BERGRADASI MENERUS
    Didefinisikan jika agregat yang semua ukuran butirnya ada dan
terdistribusi dengan baik. Agregat ini lebih sering dipakai
dalam campuran beton. Untuk mendapatkan angka pori yang
kecil dan kemampatan yang tinggi sehingga terjadiinterlocking
yang baik, campuran beton membutuhkan variasi ukuran butir
agregat

  • AGREGAT BERGRADASI SERAGAM
    Gradasi seragam adalah gradasi agregat dengan ukuran butir yang hampir sama. Gradasi seragam ini disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ ruang kosong antar agregat. Campuran beraspal dengan gradasi ini memiliki stabilitas yang tinggi, agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar.

  • AGREGAT BERGRADASI SENJANG
    Gradasi senjang adalah gradasi agregat dimana ukuran agregat yang ada tidak lengkap atau ada fraksi agregat yang tidak ada atau jumlahnya sedikit sekali. Campuran beraspal dengan gradasi ini memiliki kualitas peralihan dari keadaan campuran dengan gradasi yang disebutkan di atas.


sekian.............
semoga pelajaran yang ada di blog saya bisa bermanfaat buat anda semua.... aamiin yaa rabbal....

Sabtu, 12 November 2016

KEDUDUKAN ASAS PANCASILA DALAM NEGERI RI

MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“ KEDUDUKAN ASAS PANCASILA DALAM NEGERI RI”
 
DISUSUN OLEH :
ZULFAHMI

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS AL MUSLIM
2016

MAKALAH UNSUR UNSUR KETAHANAN NASIONAL

MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
 
"UNSUR UNSUR KETAHANAN
 
NASIONAL"


DISUSUN OLEH :
ZULFAHMI
1503010044

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS AL MUSLIM
2016

SISTEM TRANSPORTASI, Editing Site

SISTEM TRANSPORTASI

DISUSUN OLEH
ZULFAHMI
1503010044

DOSEN PEMBIMBING
KUMITA ST.MT.,

UNIVERSITAS ALMUSIM BIREUEN
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK SIPIL
2015/2016

BAB I

Jumat, 11 November 2016

Renungan

Renungan 'Pasrah Diri' 

oleh Alm. Ustadz Jefri Al-Buchori

Wahai diriku..
Tuhanmu telah berjanji
Bahwa akan ada ujian yang datang menerpa kehidupan kita..
Tapi sering kali kita menganggap bahwa yang nama nya ujian itu adalah sebuah kesusahan dan pada akhirnya kita tidak pernah menganggap bahwa kesenangan itu juga adalah sebuah ujian. Padahal jelas Al-Qur'an ber-Firman :
"Bahwa kesenangan adalah ujian dan kesusahan juga adalah ujian"
Disinilah perlunya cerdas Akhirat bukan hanya cerdas Dunia. Ingat hakikat dari sebuah ujian itu adalah untuk meningkatkan kualitas kedudukan seseorang dihadapan TuhanNya.
Ujian bukan untuk melemahkan tapi untuk membuat semakin kita menjadi kuat.
Pasrahh...
Pasrah disini bukan berarti engkau putus asa tapi pasrah sesuai dengan syari'at. Engkau memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah setelah engkau berusaha.
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ
“Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah” (QS. Ali Imron: 159).
Kalau engkau sudah ber 'Azam kalau kita sudah berusaha maka serahkan hasil akhirnya kepada Allah. Kita memang diberi kekuatan untuk bisa berikhtiar tapi Allah punya kemauan.
إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
''Innallaha ala kulli syai'in qadir '' (QS.3 Ali 'Imron ayat 165)
"Sesungguhnya Allah punya hak untuk melakukan apapun yang menjadi kehendak Allah."
Satu hal ingat yang mesti disadari oleh kita adalah apa? Sesuatu yang kita benci belum tentu itu adalah yang buruk dan sesuatu yang kita cintai dan itu juga belum tentu adalah yang baik.
Tidak akan lama kita tinggal didunia ini. Dunia hanya seperti sebuah terminal artinya tidak akan ada manusia yang mau tinggal di terminal seindah apapun terminal itu.
وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى
"Walal-akhiratu khayrun laka mina al-ula" (Q.S 93 Ad-Dhuha ayat 4)
"Dan sesungguhnya akhirat itu jauh lebih baik dari pada permulaan artinya adalah dunia"
Dan perlu diingat lagi bahwa dunia hanyalah alam pelintasan roh saja.
Kita akan wafat..
Kita akan kembali kepada Allah..
Kita akan meninggalkan jasad kita..
Dan semoga saat kita meninggalkan jasad kita. kita meninggalkan begitu banyak kebaikan.
Kebaikan yang diterima..
Kebaikan yang diridhoi..
Kebaikan yang mendatangkan kesenangan..
Bagi orang-orang yang ada disekeliling kita.

Subhanaallah
Terinspirasi dan sangat bermanfaat bagi saya mendengarkan renungan pasrah diri dari Alm. Uje
Semoga beliau ditempatkan diSyurga Nya Allah
آمِيّنْ... آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


Pengujian Material Perkerasan Jalan

Pengujian Material Jalan

Structural Engineering and Building Material Technology, Civil Engineering , Almuslim University, Bireuen , Aceh. 

MATERIAL PERKERASAN JALAN

1.BAHAN PENGIKAT
  A. ASPAL 










 B. SEMEN











 
2.BAHAN PENGISI
   A. AGREGAT
a. KERIKIL/BATU PECAH










 b. PASIR











 c. DUST/ABU










MATERIAL PERKERASAN JALAN

BAHAN PENGIKAT
  1. 1. ASPAL
Definisi :
  • BITUMEN adalah Zat perekat berwarna hitam (gelap) dari proses alam dan buatan, mengandung hidrokarbon : Aspal, tar, pitch.
  • ASPAL adalah suatu bahan pengikat yang berwarna hitam atau coklat tua.berbentuk padat atau semi padat, dimana unsur utamanya adalah bitumen yang tcrjadi secara alami atau diperoleh dari hasil penyulingan minyak bumi, Krebs dan Walker (1971).
  • TAR (CAIR ATAU SEMI PADAT) merupakan hasil kondensat dalam destilasi destruktif dari batu bara, minyak bumi dan material organik lainnya (hitam & coklat).
  • PITCH (PADAT) merupakan bahan residu dari fraksional TAR yg cair bila dipanaskan.


  1. 2.ASPAL
  • Komposisi aspal mempengaruhi sifat-sifat aspal.
  • Ada dua komponen utama yaituasphaltenese dan maltenese.
  • Asphaltense merupakan komponen padat (solids) sedangkan maltense merupakan komponen cair aspal.
  • Maltense terdiri dari resin dan oils.
  • Resin adalah cairan berwarna kuning - coklat tua, mudah menguap dan memberi sifat adhesi aspal.
  1. 3. ASPAL
  • Kendaraan yang melaju di atas permukaan jalan aspal akan membebani struktur perkerasan di bawahnya.
  • Lapis permukaan jalan aspal merupakan bagian yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan
  • Lapis permukaan jalan aspal dapat dibuat satu lapis saja atau dua lapis.
  • Jika dibuat satu lapis saja maka seluruh lapisan tersebut berfungsi struktural artinya harus mampu mendukung beban roda kendaraan.
  • Namun, apabila dibuat menjadi dua lapis maka lapis permukaan terdiridari lapis aus (wearing course) dan lapis struktural (binder course).
  1. 4. ASPAL
  • Lapis aus dirancang untuk membentuk permukaan jalan yang rata dan kesat (tidak licin) sehingga tidak memiliki kekuatan struktural.
  • Sedangkan binder course memang dirancang untuk mendukung beban lalulintas yang membebani jalan.
  • Beban lalulintas terutama didukung oleh agregat. Agar agregat tidak “lari” pada saat beban kendaraan bekerja maka diperlukan bahan ikat berupa ASPAL
  • Tetapi baik lapis aus maupun binder course tersusun dari agregat dan aspal.
  • Meskipun kontributor utama kekuatan jalan aspal berasal dari agregat, tetapi aspal juga memberi kontribusi terhadap daya dukung jalan yaitu dalam bentuk kekuatan tarik.
  • Produksi beragam jenis aspal buatan dimaksudkan untuk kemudahan pelaksanaan di lapangan.
  • Pelaksanaan pengaspalan dimungkinkan mengalami kendala-kendala lapangan atau kondisi pekerjaan yang spesifik antara lain disebabkan skala pekerjaan, cuaca dan fungsi jalan.
  • Oleh karena itu pemahaman terhadap jenis-jenis aspal sangat bermanfaat untuk pemilihan jenis aspal ataupun cara pelaksanaan pengaspalan.

  1. 5. ASPAL
Sukirman (1992) menyatakan bahwa aspal yang dipergunakan dalam konstruksi perkerasan jalan rnempunyai fungsi untuk :
  • Bahan pengikat, mengikat antara aspal dan agregat serta antar aspal itu sendiri.
  • Bahan pengisi, mengisi rongga antar butir dan pori yang ada pada agregat.
  • Aspal haruslah mempunyai daya tahan terhadap cuaca, mernpunyai adhesi dan kohesi yang baik serta memberikan sifat elastis yang baik.
  • Proporsi komponen-komponen aspal berbeda menurut asal dan proses produksi aspal, sehingga kualitas aspal cukup beragam.
  • Aspal dapat dikelompokkan berclasarkan, asalnya,
  1. 6. ASPAL
Aspal Buatan/Aspal Minyak yang berasal dari prosesdestilasi minyakbumi.
1. Aspal Keras (AC,Asphalt Cement).

2. Aspal Cair (Liquid Asphalt)
  
    Keterangan: Asal : AC + gasoline/solar/Kerosin

3. Aspal Emulsi (Emulsion Asphalt)

    Keterangan: Asal : AC + air + emulgator

Aspal Alam

1. Aspal danau

    Keterangan: Terdapat di Trinidad dan Bermuda

2. Aspal batuan

    Keterangan: Aspal Buton (Asbuton atau Butas).

  • PENGUJIAN ASPAL KERAS (AC)
  1. Aspal yang akan digunakan pada konstruksi jalan harus diuji lebih dulu di laboratorium.
  2. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui bahwa aspal yang akan digunakan telah memenuhi persyaratan teknik yang ditentukan.
  3. Persyaratan teknis mutlak dipenuhi sebagai upaya menghasilkan konstruksi aspal yang berkinerja baik.
  4. Misalnya aspal harus memenuhi persyaratan kelekatan agregat terhadap aspal sehingga jika digunakan aspal tersebut dapat mengikat agregat secara kuat.

Road pavement

=Surfacing =Binder course
    1. Asphalt mechanics
    2. Concrete

=Base course =Sub-base course =Sub-grade

    1. Soil mechanics




       









 Zulfahmiz994_010044

SEKIAN DAN…

        TERIMA KASIH......

Comments System

Disqus Shortname